Arsip Kategori: Liga Nasional

Misha Radovic Tangani Persisam

BERITA BOLA Samarinda – Mantan pelatih Pelita Jaya Karawang, Misha Radovic, akan melatih Persisam Putra Samarinda hingga akhir musim Indonesian Super League (ISL). Radovic diplot menggantikan Daniel Roekito yang mundur pada putaran pertama lalu.

“Misha Radovic mantan pelatih Pelita Jaya. Bicara kualitas, kita sudah ketahui kualitasnya waktu melatih Pelita Jaya,” kata Presdir PT Putra Samarinda Indonesia, Harbiansyah Hanafiah, saat menggelar konferensi pers di Samarinda, Senin (23/4/2012) sore WITA.

Dikatakan Harbiansyah, manajemen tidak memiliki banyak waktu untuk melirik calon pelatih selain Radovic. Selain disebabkan persaingan antarklub ISL yang makin ketat, skuad Persisam sangat membutuhkan pelatih kepala pasca kepergian Daniel Roekito.

“Hendri Susilo yang selama ini menjadi asisten pelatih, tidak mampu mengatasi faktor non teknis pemain. Tidak mampu menegur pemain, padahal pelatih itu harus tegas,” ujar Harbiansyah.

“Tapi, Misha Radovic jadi pelatih kepala, asistennya tetap Hendri Susilo. Hendri itu sudah seperti keluarga besar Persisam,” tambahnya.

Melihat performa tim yang sedang mengalami penurunan setelah ditahan imbang Persiram Raja Ampat 2-2 serta kalah 0-1 dari Sriwijaya FC, Harbiansyah merevisi target ‘Pesut Mahakam’ di ISL musim ini. Kini, mereka tak lagi mengincar gelar juara.

“Sekarang target tidak perlu muluk-muluk. Tidak degradasi saja sudah cukup baik. Tapi memang, kita belum sign kontrak dengan dia (Misha Radovic). Segera mungkin,” sambung Harbiansyah.

Radovic dan stopper Pierre Njanka, nantinya mengisi wajah baru skuad Persisam. Keduanya akan melatih dan bermain untuk tim saat bertandang ke kota tetangga dalam laga derby menghadapi Mitra Kutai Kartanegara, 29 April 2012 mendatang.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Radovic mengaku senang jika dipercaya manajemen melatih Persisam yang memiliki potensi sebagai tim besar dan disegani di kancah ISL.

“(Persisam) klub besar dengan suporter besar. Saat saya melatih Pelita Jaya beberapa waktu lalu di Samarinda, tim saya menang 4-1. Saya lihat kolektivitas Persisam sangat baik,” ujar Radovic.

“Saya tidak ingin membuat janji target. Saya disini untuk bekerja, saya tidak membuat janji karena waktu (sisa kompetisi) yang cukup singkat,” tambahnya.

Meski begitu, Radovic tetap optimistis mampu mengangkat prestasi Persisam hingga akhir kompetisi. Mengingat, komposisi tim memiliki sederetan pemain yang berkualitas dan tidak kalah dengan klub-klub besar lainnya.

“Saya tetap optimistis bisa berbuat terbaik agar prestasi terangkat dengan materi pemain yang ada. Hasil maksimal di pertandingan berikutnya,” terang pria asal Serbia ini.

“Saya memiliki background melatih tim Eropa. Saya akan bekerja membuat strategi untuk memenangi pertandingan. Persisam tim kuat, saya berusaha bekerja dengan strategi terbaik di sisa pertandingan kompetisi. Disiplin, kerja keras, mental pemain harus taktis dan efektif,” tutup Radovic.

Persiba Bantul Kecolongan Satu Gol

YOGYAKARTA, Kecerobohan kiper Persiba Bantul Wahyu Tri N akhirnya membuahkan gol balasan bagi Persiraja Banda Aceh pada menit ke-27.

Dengan demikian, kedudukan poin pada babak pertama Liga Primer Indonesia, Senin (20/2) di Stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta menjadi sama 1-1 setelah pemain Persiraja Banda Aceh Patrick Sofian Ghigani melesakkan bola ke gawang Persiba Bantul.

Gol balasan ini terjadi begitu saja. Kiper Persiba Bantul Wahyu Tri N bergerak terlalu maju, sementara bola telah mendekati gawang. Empat pemain Persiba Bantul yang berada di sekitar gawang tak mampu membendung tendangan kecil Ghigani.

Sebelumnya, Gol pertama Pesiba Bantul tercipta pada menit ke-9 babak pertama berkat tendangan kaki kiri Ugiek Sugianto.

PSIM Tak Mau Kecolongan Laga Dengan Persih Tembilahan

YOGYA – Menjamu Persih Tembilahan pada laga kedua kompetisi divisi utama, pelatih PSIM Yogyakarta, Hanafing, tak ingin kembali kecolongan poin di kandang sendiri.
Ia pun menginstruksikan semua pemainnya, khususnya barisan lini belakang, untuk terus menjaga konsentrasi selama 90 menit penuh.
Hanafing menuturkan, saat melawan Persita Tangerang pada 15 Desember 2011 lalu, PSIM kecolongan gol di menit akhir lantaran kendornya konsentrasi. Menurutnya konsentrasi dan komunikasi antar pemain tetap harus terjaga hingga peluit akhir pertandingan dibunyikan wasit.
“Tak boleh lagi ada kesalahan seperti itu, saya sudah bilang pada semua pemain untuk tetap bermain penuh konsentrasi dan fokus,” katanya, Senin (2/1/2012).
Mantan pemain Niac Mitra Surabaya ini juga berharap para pemain tak melakukan kesalahan yang tidak perlu, terutama di daerah pertahanan sendiri. Pasalnya, hal tersebut dapat dimaksimalkan oleh tim lawan melalui set piece yang bisa membahayakan gawang PSIM.
“Fisik juga harus prima, agar konsentrasi juga tetap terjaga,” terang Hanafing.

Djohar Arifin Mulai Digoyang

SURABAYA – Legitimasi kepengurusan PSSI di bawah kepemimpinan Djohar Arifin Husin terus merosot. Ini seiring makin kuatnya desakan dari para anggota selaku pemilik suara di PSSI untuk menggelar kongres luar biasa (KLB).

Ketua Pengprov PSSI Jawa Timur sekaligus anggota Komite Eksekutif (Exco), La Nyalla Mahmud Mattalitti, menegaskan bahwa sebagian besar anggota PSSI sudah gerah dengan sepak terjang pengurus yang semakin kehilangan kendali dan telah banyak melanggar statuta.

“KLB digelar untuk mengubah statuta agar kembali kepada hasil Kongres PSSI di Bali tahun 2010. Pengurus PSSI sekarang tidak pernah mengakui hasil kongres Bali,” kata La Nyalla saat pertemuan dengan pengcab dan klub se-Jatim.

Pertemuan yang dihadiri sebanyak 40 perwakilan anggota PSSI dari klub Liga Super Indonesia, divisi utama, divisi satu hingga tiga, serta pengcab itu bertujuan melakukan konsolidasi. Mereka rencananya akan mengikuti rapat akbar sepak bola Indonesia di Jakarta pada 17-19 Desember 2011.

Menurut La Nyalla, rapat akbar yang rencananya dihadiri ratusan anggota PSSI dari sedikitnya 30 provinsi tersebut merupakan langkah awal untuk mengingatkan Djohar Arifin Husin dan pengurus PSSI lainnya agar kembali mematuhi statuta yang telah diputuskan pada kongres di Bali.

“Setiap pengprov PSSI sudah ditugasi menggalang anggotanya untuk berangkat ke Jakarta mengikuti rapat akbar. Ini sekaligus menggalang dukungan untuk KLB,” ujarnya.(Ns)

Gaji Belum Dibayar, Markus-Kiki Dikabarkan Kesulitan Ekonomi

BERITA BOLA Jakarta – Markus Horison dikabarkan tak mendapatkan gaji dari PSMS Medan. Kondisi tersebut membuat dirinya dan sang istri, Kiki Amalia, dikabarkan mengalami kesulitan ekonomi.

Kiki sendiri kini tengah hamil besar dan memilih untuk menemani sang suami di Medan. Sejauh ini, pihak keluarga Markus-Kiki belum memberikan konfirmasi.

“Kiki lagi di Medan juga,” ujar manajer Kiki, Yuli, kepada BERITA BOLA, Senin (16/4/2012).

Namun,Yuli tak mengetahui, apakah pasangan yang menikah pada 20 November 2010 itu sedang dalam kesulitan ekonomi. Yuli memang sudah lama tak bertemu dengan Kiki.

“Kalau itu saya nggak tahu, kita juga sudah jarang bertemu,” tuturnya.

Gusnul Jadi Pelatih Baru PSIS

SEMARANG – PSIS akhirnya memiliki pelatih baru. Kemarin, manajemen mengumumkan nama Gusnul Yakin sebagai pelatih yang akan membesut Skuad Mahesa Jenar hingga akhir kompetisi mendatang. Menurut rencana, Gusnul mulai melatih Donny Siregar dkk pada Selasa (1/5) besok.

”Gusnul akan menangani tim PSIS selama dua bulan atau hingga Juni mendatang. Mengenai detail kontraknya, pihak Jakarta (konsorsium) yang tahu,” kata Daniel Toto Indiono, Manajer PSIS.

Bergabungnya Gusnul Yakin ke PSIS membuat status pelatih lama Edy Paryono semakin tidak jelas. Hingga laga terakhir PSIS kontra Persikab dua hari lalu, manajemen belum menjelaskan kepastian status pelatih yang akrab disapa EP itu.

Daniel Toto juga tidak bersedia berkomentar seputar status EP. Dia hanya menegaskan posisi pelatih kepala di PSIS sangat penting. Apalagi kompetisi memasuki masa-masa yang sangat krusial dengan persaingan yang sangat luar biasa sengitnya.

”Kami harus segera bertindak untuk menghadapi persaingan yang sangat ketat ini. Manajemen berharap, kedatangan pelatih baru mampu memberikan kontribusi positif bagi PSIS,” imbuhnya.

Ada fakta unik mengenai masuknya Gusnul Yakin di PSIS. Kedatangannya ke Semarang menjadi momentum kedua bagi Gusnul menggantikan posisi Edy Paryono dalam menangani sebuah tim.

Sebelumnya, pada September 2009 lalu, Gusnul menggantikan posisi Edy Paryono di Persik Kediri. Saat itu Edy Paryono mundur dari jabatan karena tidak digaji.

Riedl Sebut Semua Pemain Timnas U-19 Sangat Bertalenta

Masa depan para pemain Tim Nasional Indonesia U-19 setelah gagal di Piala Asia U-19 masih jadi tanda tanya besar, beberapa dari mereka sudah mendapatkan klub baru, ada juga yang langsung dipanggil oleh Tim Nasional Senior, antara lain adalah Evan Dimas Darmono dan Maldini Pali.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, apakah hanya Evan Dimas dan Maldini Pali yang layak bermain untuk Tim Nasional Senior Indonesia? Tentu saja tidak, pelatih Alfred Riedl yang memanggil keduanya sendiri mengaku bahwa sebenarnya semua pemain Tim Nasional Indonesia U-19 memiliki kelayakan untuk bermain di level yang lebih tinggi, semuanya memiliki talenta bagus, hanya saja dia tidak mungkin membawa semua pemain ke dalam tim Nasional Senior.

“Kami tentu saja tidak bisa memilih semua pemain di Timnas U-19, kami hanya memilih dua pemain dari sekelompok pemain berbakat, banyak pemain timnas U-19 yang sangat bertalenta, tapi tentu kami tidak bisa memilih terlalu banyak” Demikian Jelas Riedl seperti yang kami lansir dari Sbobet.com.

Adapun lebih lanjut, Riedl mengaku sudah puas menyaksikan performa Evan Dimas dan Maldini pali dalam sesi latihan di Karawaci, jum’at kemarin (17/10).

“Kami sejujurnya tidak mengharapkan apapun dari mereka, karena kami sendiri baru mengetahui mereka sejak bulan lalu, kami tahu mereka memiliki bakat yang bagus, sekarang kami benar-benar bisa menyaksikan mereka di lapangan, secara mendetail bahwa memang mereka adalah pemain bertalenta bagus” Imbuh Riedl.

Evan Dimas Darmono dan Maldini Pali baru bergabung dalam sesi latihan timnas Senior sejak jum’at Sore kemarin (17/10), di Stadion Karawaci.

Tidak Bisa Bela Timnas Adalah Konsekwensi Pemain Klub LSI

JAKARTA, Ketua Asosiasi Pemain Sepak Bola Profesional Indonesia Ponaryo Astaman mengatakan, surat FIFA yang menyatakan para pemain Liga Super Indonesia (Indonesian Super League/ISL) tidak bisa memperkuat timnas menjadi koreksi bagi pengelola kompetisi ISL bahwa ada risiko yang harus dipikul pemain-pemain ISL.

“Ini bahan koreksi buat pengelola kompetisi ISL. Ada harga yang harus dibayar, pemain tidak bisa memperkuat timnas. Ini mengecewakan, tetapi ini konsekuensi,” kata Ponaryo, Kamis (22/12/2011) malam, saat dimintai tanggapan soal surat FIFA yang ditujukan kepada PSSI.

Ponaryo, yang juga mantan kapten timnas, saat ini menjadi kapten Sriwijaya FC, salah satu klub peserta ISL. Dalam kapasitas sebagai Ketua Asosiasi Pemain Sepak Bola Profesional Indonesia (APPI), yang berinduk pada organisasi pemain sepak bola profesional dunia (FIFPro) yang diakui FIFA, ia berusaha membela hak-hak pesepak bola profesional Indonesia.

“Ini harus kita terima. Situasi sekarang serba sulit bagi pemain. Jika harus pindah ke IPL (Indonesian Premier League, yang diakui PSSI), apa iya klub-klub (ISL) mau melepas, apalagi mereka masih merasa benar,” tutur Ponaryo.

Ia menjelaskan, dalam kontrak pemain dengan semua klub, ada klausul yang menyatakan klub-klub itu harus tampil di kompetisi resmi PSSI. Jika tidak, pemain bisa membatalkan kontrak. Meskipun demikian, kata Ponaryo, pelaksanaan di lapangan tidak akan semudah itu. “Saya melihat, ini starting point bagi PSSI dan pihak lain untuk rekonsiliasi. Tidak bisa (kompetisi) jalan dua kaki seperti sekarang,” ungkap Ponaryo.

Menurut dia, rekonsiliasi hanya bisa dilakukan jika kedua pihak tidak merasa paling benar. “Jika kedua pihak merasa paling benar, situasi tidak akan membaik,” ujar Ponaryo.

APPI beranggotakan beberapa pemain timnas, termasuk striker timnas senior Bambang Pamungkas yang bermain di Persija Jakarta ISL. Dalam suratnya, FIFA meminta PSSI mengambil langkah agar klub-klub ISL kembali di bawah kontrol PSSI. Jika klub-klub itu tetap bertahan di ISL, para pemain mereka tidak bisa ditransfer ke luar negeri dan tidak bisa memperkuat timnas.(Ns)